Copet in the City
Pernah kecopetan..? atau mungkin pernah jadi Copet..?
Heu..heu..maaf. Saya yakin kok semua pengunjung blog saya punya surat kelakukan baik jadi nggak mungkin ada copet berani baca blog saya.
Ternyata bukan hanya Seks in the City yang ngtren di luar tapi ada keunikan di Jakarta yaitu ‘copet in the city’. Sebagaian besar orang di jakarta mungkin pernah atau hanya dengar kabar tentang copet, atau mungkin anda salah satu korban copet seperti saya ini yang kehilangan nokia 2100 yang sudah setia menemani saya sejak tahun 2004.
Saya adalah salah satu pengguna transportasi umum, setiap hari yang selalu waspada terhadap segala bentuk kejahatan di kendaraan umum dan sepertinya bukan hanya saya yang waspada, hampir semua penumpang di kendaraan saya perhatikan bener-bener waspada, salah satunya keihatan di cara bawa tas, yang seharusnya dibelakang jadi didepan, ada juga yang meluk tasnya erat-erat, tak jarang pula saya lihat dompet banyak yang dirantai anti copet. Cara tadi merupakan cara paling umum yang saya lihat diluar dari nyimpen uang di kaos kaki. Tapi walaupun begitu tetap aja ada saja yang jadi korban copet.
Copet tidak hanya menyerang Ibu-ibu yang mau ke pasar, ternyata copet juga berani menyerang bapak-bapak bahkan saya sorang perjaka (asli ting-ting). Copet dalam mejalankan aksinya juga tidak sendirian kecuali mungkin sorang pemula. Copet punya tim khusus juga, mereka tidak sendirian tapi mereka membagai tugas-tugas mereka seusia dengan spesialis masing. Ada yang specialis curi pandang,ada yang specialis curi perhatian, ada yang specialis curi ingatan dan yang yang pastinya ada juga specialis curi barang orang. Sudah tersusun dengan rapi, dan yang saya dengar biasanya copet beraksi antara 3 samapi 5 orang. Wuih…….hati-hati tuh bisa jadi 5 dari penumpang kendaraan yang kita pake adalah copet.
Penampilan copet biasanya tidak menarik, selalu berusaha sama seperti penumpang yang lain tapi ada juga copet yang berpenampilan keren supaya tidak disangka copet. Copet juga ada yang berpura menjadi pengamen, pedagang, tukang pijat dan lain-lain. Ada beberapa kondisi dimana kita harus dalam mode:siaga terhadap copet diantaranya adalah
1.Kendaraan penuh dengan penumpang, jika kita belum sempet naik bus tersebut lebih baik menunggu kendaraan yang lain karena kondisi penuh ini semakin mudah copet untuk beraksi. Tapi jika kita sudah terlanjur didalam bus, pindahkan tas anda kebagian depan anda dan cari posisi dimana anda bisa berhadapan langsung dengan penumpang lain. Selalu siapkan uang pas dan jangan memamerkan dompet anda baik sedang dalam kondisi tebal maupun dalam kondisi tak low money. Masalahnya copet akan sangat respon dengan dompet yang tebal dan jangan sekali-kali anda memperlihatkan dompet anda yang tipis karena anda harus tetap menjaga harga diri didepan copet(‘nggak enak dihina copet’)
2. Bus dalam keadaan kosong yang ada cuma supir dan 2 orang penumpang yang tidak jelas . Jangan naik bus seperti ini memungkinkan ada diperas atau jika sudah naik jika penumpang dibekang anda terlihat gelisah maka cepat turun atau segera mendekati supir. Ajak ngobrol supir kalau cewek mungkin bisa sedikit rayu-rayu lumayan kalau bisa gratis , kalau cowok sebaiknya tanya-tanya supir atau cepet turun jangan coba ikut rayu-rayu supir bisa jadi anda diusir dari bus. He..he….
3. Tiba-tiba datang penumpang banyak, Nah..awas..naikan kewaspadaan anda, usahakan anda bisa duduk karena posisi duduk agak menyulitakan copet untuk beraksi dan ketika turun dari bus pastikan barang under control.
4. Tiba -tiba anda diinjak kondektur, nah ada beberapa kondektur yang memang memeberikan kode kalau ada copet dengan menginjak penumpang. Kalau saya dulu pernah kejadian tidak diminta ongkosnya padahal sudah teriak-teriak. Mungkin bisa tanda yang lain, misalnya bus direm mendadak.
Beberapa kondisi diatas adalah sebagian saja, Nah sekarang apa yang anda harus lakukan ketika melihat copet.
1. Santai, pastikan barang anda tidak hilang dan jangan dulu teriak sebab bisa membahayakan anda, copet adalah manusia siap mati. Lebih siap mati daripada anda, jadi mereka bisa melakukan apapun agar mereka selamat. Selain itu juga mereka sudah mempunya strategi untuk selamatkan diri salah satunya mungkin anda akan dituduh mereka sebagi copetnya.
2. Manjauh dan laporkan jika memungkinkan.
3. Buat kata-kata yang bisa mengingung copet. Misalnya, ‘ aduh nih dari bau-baunya kayaknya ada copet’ dan lain-lain yang jelas kembangkan sesuai dengan kreaktifitasan anda.
4. Berdoa, siapa tahu selain anda selamat dari copet, si copet juga tobat.
Sebagi sorang korban copet saya punya bebrapa tips menarik sebelum menggunakan tkendaraan umum.
1. Berdoa. Berdoa menandakan orang yang waspada
2. Siapkan uang pas untuk biaya perjalanan. Simpan terpisah. usahakan disetiap penjuru badan anda terletak uang milik anda. Misalnya yang classic simpen di kaos kaki. Menarik juga dompet yang diberi rantai sepertinya agak membuat copet mikir dua kali.
3. Ponsel pada tempat yang tertutup tapi mudah anda akses. Simpen di tas bukan solusi yang baik kecuali anda sekalian matikan. Simpen di saku yang bisa ditutup dengan rapat atau yang ada resleting nya.
4. Jangan minum obat yang bisa bikin ngantuk. Ngerti lah…
5. Usahakan anda duduk jangan berdiri. Jangan mengenakan asesoris yang bikin mata copet ijo.
6. Sodakoh, salah satunya kepada pengamen. Mungkin kita kecopetan dikarnakan kurang sodakoh alias ada sebagain harta kita milik orang lain salah satunya mungkin milik copet.
Semoga tips tadi bermanfaat, pesan saya selalu waspada untuk semuanya di kota jakarta yang keras ini.
13 Responses to “Copet in the City”
April 18th, 2008 at 10:01 am
Wah habis riset tentang copet ya cun
boleh juga tuh tips nya.
April 18th, 2008 at 12:11 pm
Cun..lucu banget..
Lina masih inget banget tuh tentang kisah copet itu.
Salut deh buat Acun.
Tetep rendah hati ya CUn..
April 21st, 2008 at 4:01 am
Heu…heu…acun2, meuni lucu pisan..ta jg jd inget wkt acun hampir kecopetan yg tas acun ampe jebol ntu, hehehe
Tetep Waspada ya cun,,
April 22nd, 2008 at 3:02 pm
Iya Ta, acun juga jadi inget kaos kaki ajaib erlita yang keluar duit 100 ribuan. Heu..heu…
May 13th, 2008 at 10:10 am
Sabar chun…..yang jelas mang copet tuh pantasnya dihajar. Belum pernah kelilipan sandal kali yah tuh copet ha…ha..ha..ha..
Chun cepetan pulang kos. Ditunggu bu murni tuh…..
Katanya mau makan-makan lagi. eman lagi mo nraktir kita-kita orang tuh
May 13th, 2008 at 10:12 am
Tapi lama-kelaman aku jadi curiga juga maa kamu cun……..kok bisa segitu ngertinya gerak-gerik copet chun padahal baru satu kali kecopetan. Apa jangan-jangan kamu juga pernah jadi………………… he.he.he.he
August 17th, 2008 at 7:09 pm
Em… Menarik dan ini memang kenyataan, tetapi mengulasnya terlalu mendetail menyebabkan pemikiran-pemikiran kemungkinan bahwa Achun bukan hanya menjadi korban, peneliti dibidang percopetan sepertinya buang-buang waktu, so aku sama dengan mbak nupiksa… CURIGA EUY… kikikikik
August 24th, 2008 at 9:59 am
Iya sii…yang dah berpengalaman
August 27th, 2008 at 8:53 am
heheheheeeeee, Tragedi Pertama….copet nyoba jebolin Tas,ehhh malah gak kecopetan, jadina malah untuk berkat copet achun gag ngongkos…..
oya icha jg Hpna kecopetan di BenHil chunnnn…..seleh pisan mana Hpnya penuh dng memori lagi,hikssssss apalagi di sekolahhhhhhhhhhhhh….
September 9th, 2008 at 12:28 pm
lengkap pisan euy ulasannya. Perlu Ditambah adalah Doakan agar para Copet itu Tobat dan ganti Profesi.
November 9th, 2008 at 3:04 pm
wah…..
helo tman-tman….:)
i mizz U all….
emang tuh coper kurang ajar…
COPET (coba mepet) hajar aja…jgn ragu2…jgn beri mereka kesempatan….
jgn takut… “TAKUT” maka bertindaklah karna tindakan akan menghilangkan rasa takut @*# mending klo bertindaknya benar klo TELMI???? @*# suruh siapa TELMI….
January 25th, 2009 at 9:43 am
beda eui kalo mantan copet mah, dah apal pisan..-_-
March 11th, 2009 at 9:33 am
heu..heu…heu…ini mah penyakit gila no 115, peneliti copet tapi kok dari hasil risetnya menunjukan kaya copet yah =))
)
)
tita juga pernah tuh cun, ngeliat aksi copet di 640, terus tu copet pake acara duduk di samping tita lagi, tapi tita santai aja, sok aja dia mau nyopet orang duit gw tinggal 2000 doank buat ongkos plg
Inget aja deh kata bang napi, waspadalah….waspadalah….
Leave a Comment